Penyakit Diabetes Melitus Yang Sering Terjadi di Masyarakat
Pendahaluan
Diabetes mellitus adalah
penyakit hiperglikemia yang ditandai oleh ketidakadaan insulin atau
insesnsivitas terhadap insulin.diabetes mellitus karena penurunan kecepatan
insulin oleh sel-sel beta pula Langerhans. Biasanya dibagi dalam dua jenis
berbeda : diabetes javanilis, yang biasanya tapi tak selalu dimulai mendadak
pada awal kehidupan dan diabetes dengan
maturotas yang dimulai diusia lanjut dan terutama pada orang kegemukan.
Penderita penyakit
diabetes melitus bisa meninggal karena penyakit yang dideritanya atau karena rumit
yang ditimbulkan oleh penyakit ini misalnya penyakit ginjal, gangguan jantung
dan gangguan ansaraf. Penyebab diabetes mellitus bisa karena oleh berbagai ha,
dan juga berada berbagai tipe diabetes mellitus. Ada beberapa fakta yang
ditimbulkan bagi penderita diabetes melitus juga cara mengobatinya.
Pembahasan
A.
Pengertian
Diabetes melitus (DM)
merupakan penyakit kronis yang masih menjadi masalah utama dalam kesehatan baik
di dunia maupun di Indonesia. DM adalah suatu kelompok penyakit metabolik
dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi
insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Lebih dari 90 persen dari semua
populasi diabetes adalah diabetes melitus tipe 2 yang ditandai dengan penurunan
sekresi insulin karena berkurangnya fungsi sel beta pankreas secara progresif
yang disebabkan oleh resistensi insulin (American Diabetes Association, 2012).
B.
Tipe-tipe Diabetes
Melitus
Ada tiga macam tipe-tipe Diabetes Melitus yaitu Diebetes
mellitus Tipe I,II, dan DiabetesGestasional.
·
Diabetes Melitus Tipe I
Diabetes tipe I
ditandai dengan sekresi insulin oleh pankreas tidak ada dan sering terjadi pada
orang muda. Secara normal, insulin bekerja untuk menurunkan kadar glukosa darah
dengan membolehkan glukosa masuk kedalam sel untuk dimetabolisme. Caranya
dengan mengikat dirinya secara kuat pada tempat reseptor pada membran sel. Efek
utama metabolik insulin adalah di otot dan jaringan adiposa. Pada orang
diabetes, kekurangan atau ketiadaan insulin menimbulkan kelaparan pada jaringan
ini dan ini menjelaskan mengapa pasien menjadi lelah dan berat badan menurun.
Karena insulin tidak digunakan, terjadi penumpukan didalam darah pada orang
diabet dan meluap kedalam urine yang menyebabkan haus dan keluarnya urine dalam
jumlah yang banyak. Lebih lanjut masalah ini akan menimbulkan komplikasi
physiologic, kecuali kalau diberikan penggantian insulin. Sehingga orang yang
menderita DM Tipe I perlu injeksi insulin secara teratur dalam hidupnya untuk
mencegah ketosis. Suatu komplikasi yang muncul,akibat gangguan metabolisme
lemak. Untuk alasan ini, DM tipe I dikenal sebagai IDDM (Insulin Dependent
Diabetes Melitus).
Diabetes tipe I diperkirakan
timbul oleh destruksi otoimun sel-sela beta pulau Langerhansyang dicetuskan
oleh Lingkungan. Serangan otoimun bisa timbul setelah infeksi virusmisalnya
gondongan (penyakit gondok), rubella, sitomegalovirus Kronik, atau setelah
piyama obat atautoksin (misalnya golongan nutrosamin yang berada pada daging
yang diawetkan
·
Diabetes Melitus Tipe
II
Diabetes Type II akibat
dari tidak sensitifnya reseptor insulin terhadap insulin yang sudah tersedia.
Pada kelompok ini diit khususdiajurkan untuk menurunkan BB dan diberikan tablet
untuk merangsang pankreas untuk mensekresi lebih banyak insulin. Karena tidak
dibutuhkan insulin maka diabetes tipe II dikenal sebagai NIDDM (Non Insulin
Dependent Diabetes melitus). Wagner (1983) membagi Ulkus kaki diabetik menjadi
enam tingkatan , yaitu :
Derajat 0 : Tidak ada lesi terbuka,
kulit masih utuh dengan kemungkinan disertai kelainan bentuk kaki seperti “
claw callus “.
Derajat I : Ulkus superfisial
terbatas pada kulit.
Derajat II : Ulkus dalam menembus
tendon dan tulang.
Derajat III : Abses dalam, dengan
atau tanpa osteomielitis.
Derajat IV : Gangren jari kaki atau
bagian distal kaki dengan atau tanpa selulitis.
Derajat V : Gangren seluruh kaki
atau sebagian tungkai.
·
Diabetes Gestasional
Diabetes
gestasiaonal sering terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak mengidap
diabetes,sekitas 50% wanita pengidap kelainan ini akan kembali ke status
nondiabetes stelah Kehamilan Berakhi. Namun menungkat Diabetes Tipe II pada
waktu mendatang lebih besar dari normal. Penyebab Diabetes Gestasional
dipertimbangkan dengan peningkatan kesehatan energy dan kadar estrogen
danhormon pertumbuhan yang terus menrus tinggi selama kehamilan. Hormone
pertumbuhan dan estrogenmelanjutkan menunggu insulin dan bisa menyebabkan Gambaran sekresi berlebihan insulin seperti diabetes
tipe II yang akhirnya menyebabkan Penurunan responsivitas sel. Hormon pertumb
uhanmemiliki beberapa efek anti-insulin,misalnya perangsangan glikogenolisis
(penguraian glikogen) dan penguraian jaringan gemukSemua faktor ini mungkin
menghadiri menimbulkan hiperglikemia pada diabetes gestasional.Wanita yang
mengidap diabetes gestasional mungkin sudah memiliki gangguan subklinis
pengontrolan Gram bahkan sebelum diabetesnya muncul.
C. Gejala Penyakit Diabetes Melitus
Tanda awal yang bisa diketahui itu seseorang menderita
Diabetes Melitus atau kencing manis yaitu dilihat langsung dari efek
Peningkatan kadar gula darah, dimana Peningkatan kadar gula dalam darah
mencapai nilai 160 - 180mg / dL dan udara senior (air seni) penderita kencing
manis yang mengandung gula (glukosa), jadi air seni sering dilebung atau
dikerubuti semut. Penderita diabetes melitus Umum menampakkan tanda dengan
jumlah air urin yang dikeluarkan lebih banyak, sering atau cepat merasa
haus/dahaga, lapar yang berlebihan atau makan banyak, frekuensi urin
meninggkat/kensing terus, kehilangan berat badan yang tidak jelas sebabnya,
kesemutan / mati rasa pada ujung syarafditelapak tangan,cepat lelah dan lemah
setiap waktu, mengalami rabun penglihatan beroperasi tiba-tiba, bila luka
/tergores lambat pulihnya dan mudah terkena infeksi terutama pada kaki.
Kondisi kadar gula yang drastis menurun akan cepat
menyebabkanseseorang tidak sadarkan diri bahkan berangkat babak koma.
Perbedaandiabetes melitus bisa berkembang dengan cepat waktu ke waktu
dalamhitung minggu atau bulan, Terutama pada seorang anak yang menderita
penyakit diabetes mellitus tipe 1. Lain berbicara pada penderita diabetes
mellitus tipe 2, Umum mereka tidak meningkat berbagai fakta diatas.Padahal mereka
mungkin tidak tahu telah menderita kencing manis Menurut Supartondo,
gejala-gejala oleh Diabetes Melitus pada usia lanjut yang seringditemukan
adalah katarak, Glaukoma, Retinopati, Gataal keseluruhn badan, Pruritus vulvae,
Infeksi bakteri kuliat, Infeksi jamur dikulit, Dermatopi, Neuropati perifer,
Neuropati mendalam, Amiotropi, Ulkus Neutropik, Penyakit ginjal, Penyakit kapal
darah perifer, Penyakit coroner, penyakit kapal darah otak, dan Hipertensi.
D. Pegobatan Penyakit Diabetes Melitus
Pengobatan diabetes
mellitus adalah secara Terus menormalkan kadar Gramdarah dengan variasi
minimum. Penelitian-penelitian terakhir mengisyaratkan itu mempertahankan Garam
darah senormal dan sesering mungkin bisa mengurangi angka kesakitan dan
kematian. Pengobatan yang dapat diterapkan antara lain adalah ;
Insulin: pengidap diabetes
tipe I memerlukan terapi yang insulin. Tersedia berbagai jenisinsulin dengan
asal dan kemurnian yang berbeda-beda.insulin juga berbeda-beda dalam aspek saat
awitan kerja, waktu puncak kerja, dan lama kerja. .pengidap diabetes tipe II, Meski
dipertimbangkan tidak bergantung insulin, juga bisa Terima manfaat dari terapi
insulin. Pada pengidap diabetes tipe II, mungkin terjadi defisiensi pelepasan
insulin atau insulin yangdihasilkan kurang efektif karena meningkat sedikit
perubahan.
Pendidikan Dan Kepatuhan Terhadap diet: Adalah Komponen Penting Lain PADA pengobatan diabetes tipe
saya dan II Rencana diet diabetes dihitung secara individu bergantung pada
kebutu hanpertumbuhan, rencana penurunan berat(biasanya untuk pasiendiabetes
tipe II), dan tingkat aktivitas. Distribusi kalori biasanya 50-60% dari
gramkompleks, 20% dari protein, dan 30% dari gemuk Diet juga meliputi serat,
vitamin, danmineral. Sebagian penderita diabetes tipe II meningkat pemulihan
kadar Gram darahmelanjutkan normal hanya dengan intervensi diet karena
keberadaan peran faktor kegemukan.
Program Olahraga:
terutama untuk review pengidap diabetes tipe II, Adalah intervensi terapetik
ketiga untuk diabetes mellitus. Olahraga, digabung dengan memang diet, akan
mendorong Penurunan berat dan bisa mening katkankepekaan insulin. Untuk tipe
keduadiabetes,olahraga terbukti bisa meningkatkan penggunaan Gram oleh sel jadi
kadar Gramdarah turun. Olahraga juga bisa meningkatkan kepekaan sel terhadap
insulin.
Kesimpulan
Diabetes melitus (DM) adalah penyakit menahun yang
ditandai dengan kadar glukosa darah melibihi batas normal. Apabila penyakit ini
dibiarkan tak terkendali maka akan menimbulkan komplikasi-komplikasi yang dapat
berakibat fatal, termasuk penyakit jantung, ginjal, kebutaan, dan mudah terkena
ateroskelosis. Penyakit ini dpat dikontrol dengan cara pola hidup dan olah raga
yang teratur. penyakit Diabetes Militus (DM) ini sangat brrbahaya
dan menakutkan. Banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang menderita
penyakit Diabetes Militus. Seperti conohnya, Obesitas(berat badan
berlebih),faktor genetis, pola hidup yang tidak sehat (jarang berolah raga),
kurang tidur, dan masih banyak yang lainnya.
Referensi
Brunner and Suddarth. 2006. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol. 2. Jakarta: EGC.
Corwin, Elizabeth. 2001.
Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC
Guyton
Guyton ,1996 . Fisiologi
Manusia dan Mekanisme Penyakit . Jakarta: EGCIrianto, Kus. 2004
Herdman, T. Heather (ed). 2012. Diagnosis keperawatan : definisi dan
klasifikasi 2012-2014. Jakarta:
EGC.
Irianto , kus, 20004. Struktur
dan Fungsi Tubuh Manusia untuk Paramedis. Bandung
Padila. 2013. Asuhan
Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika